Senin, 01 Desember 2008

تواضع itu indah

Satu sifat terindah yang diajarkan junjungan kita, Nabi agung محمد saw adalah sikap / sifat تواضع. Ia adalah sifat yang membelakangi sombong, kesombongan, تكبر. Sikap untuk tidak menampakkan kepintaran kita, kepandaian kita, kekayaan kita, ketampanan kita, dan segala yang ada pada kita.

Ketahuilah, bahwa semuanya adalah milik الله swt. Kita hanya mendapat titipan dari-Nya. Maka jagalah titipan itu. Sehingga bila sang Pemilik mengambilnya maka kita siap untuk mengembalikan titipan itu dengan penuh kebahagiaan. Hati diliputi keceriaan dan wajah yang cerah berseri-seri.

Namun, sayang. Akhir-akhir ini banyak pemilik ilmu yang dengan senang dan berbangga hati memamerkan ilmu2 mereka. Semoga kita tetap terjaga berkat pertolongan-Nya untuk tetap meluruskan / mensucikan niat baik dalam ucapan dan perbuatan kita. امين

وله الكبرياء فى السموت والارض

Rabu, 26 November 2008

الله menyelesaikan

Pekerjaan nge-sett koneksi Internet dengan Speedy dimulai. Sabtu, pkl. 10.00 wib mempersiapkan bahan2 dan sedikit 'teori' demi lancarnya koneksi. Sahabat yang sudah saya anggap sebagai saudara saya, Aji, mulai memanjat tower menurunkan radio untuk memastikan bahwa kondisinya masih bagus. Dan meski ada beberapa kendala, namun akhirnya kami mengucapkan الحمد لله رب العالمين

Mendung, gerimis, line telp yang bermasalah, membuat kami masih 'utek2' sampai malam Minggu. Bahkan, Ajie bersedia - rela tidak masuk kerja demi pekerjaan ini. الحمد لله Senin pagi (entah pkl. berapa saya lupa) teknisi Telkom datang nge-check kabel telp yang sering bermasalah. الحمد لله sudah ok!! الحمد لله malam Senin, kami sudah merasa sedikit 'plong' karena koneksi wireless radio Senao sudah lancar/nyambung.

Senin pagi, sahabat saya kembali ke 'habitatnya', Semarang. Super2 الحمد لله dengan sedikit pekerjaan yang tertinggal sudah 'plong' di hati. Demikian Tuhan menyelesaikan pekerjaan kami. Dan kami sangat2 percaya - yakin hanya Dia الله رب العزة yang mampu menyelesaikan segala urusan/perkara hamba2-Nya.

ان الله على كل شىء قد ير

Minggu, 23 November 2008

adakah yang setia...

Bukan kesetiaan yang sering diucapkan muda-mudi, anak manusia yang lagi kasmaran - jatuh cinta. Tidak berupa handphone kelas hight end, mobil, rumah atau benda lain yang diberikan karena hati sedang suka/cinta.

Setia itu masih ada dan akan tetap ada. Ia ada buat seorang yang setia, buat jiwa yang tidak mau mendua, dan ia ada bagi mereka yang rindu bertemu denganNya. Bukan setia macam suami kepada isteri yang mereka masih bisa 'selingkuh'. Bukan setia macam pemuda yang dia bisa mendua dengan gadis di sana. Ini adalah cinta setia...

Setia begitu agung hingga bagi siapa pemiliknya maka hanya kemuliaan yang patut disandangnya. Lalu pada siapa kita setia? Kita setia pada sang Pemilik jiwa & raga.

ماعندكم ينفد وماعندالله باق
Yuk, mari....

Sabtu, 22 November 2008

tawa dan tangis

Setiap yang bernyawa pasti pernah menangis dan tertawa. Tetapi menangis karena apa dan tertawa karena apa pula? Menangis karena tidak menjadi petinggi, bupati, gubernur, atau presiden karena kalah dalam pemilihan umum? Atau menangis karena mengetahui bahwa belom cukup amal ibadah yang dikerjakan? Tertawa karena merasa paling pintar, menang dalam debat, diskusi, atau tertawa karena bisa menghakimi sesama dengan kehendak nafsu?

Ketahuilah, wahai Saudaraku, bahwa menangis tidak selalu menunjukkan bahwa ia adalah kelemahan. Tidak selalu menunjukkan bahwa ia adalah kecengengan. Dan tertawa tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Lihat, betapa banyak di jalan orang2 yang tertawa sendirian alias gila?

فليضحكوا قليلا وليبكوا كثيرا

Jumat, 21 November 2008

buku dan guru

Sekarang hampir semua orang bisa dengan mudah membeli, membaca, kemudian memahami tiap2 buku yang dimilikinya. Hanya dengan buku orang akan menjadi pintar, cerdik pandai, cendekia. Tapi dijaminkah itu? Buku bisa dibeli oleh mereka yang memiliki cukup uang. Dan sementara yang saya lihat adalah tumpukan buku di rumah2 para hartawan. Orang miskin jangan bermimpi.

Lain halnya dengan guru. Guru, dalam bahasa Jawa artinya 'digugu lan ditiru'. Dipercaya dan dicontoh. Demikian kurang lebihnya. Sehingga kita dengan mudah mengetahui siapa guru kerabat kita, siapa guru teman2 kita, siapa guru orang tua kita. Beda buku dengan guru adalah yang satu benda mati & satunya lagi hidup.

Maka, kepada siapakah tingkah laku kita mengalir? Nabi Agung Muhammad saaw berguru kepada Malaikat Jibril, dan Jibril langsung kepada Alloh swt. Seperti telah kita ketahui bahwa 'ulama sholih adalah pewaris para nabi. 'Ulama yang memiliki pegangan yang kuat, sanad yang kokoh yang bersambung kepada rosululloh saaw.

Tidak akan cukup kita dalam memahami diin ini jikalau hanya mengandalkan buku2 yang di zaman ini sudah diketahui umum bahwa kebebasan telah menjalar darah2 kaum hedonis. Kebebasan pers, kebebasan berkespresi, dan kebebasan2 lainnya.

Carilah guru yang tidak hanya sekedar guru. Guru yang mampu membimbing perjalanan spiritual kita mampu menuju kepada ridlo Alloh swt. Guru yang tidak mengandalkan buku2 terbitan manusia2 tidak jelas 'sejarahnya'.

والله المستعان على ما تصفون

Kamis, 20 November 2008

'alim dan jahil

Siapa bilang menjadi seorang yang 'alim enak, hidup mewah, bahkan dengan sangat yakin masuk sorga? Siapa pula yang bilang orang bodoh akan hidup sengsara dan akan ditempatkan di neraka? Melihat kenyataan bahwa di zaman sekarang ini mereka yang mengaku 'alim justru menempatkan si bodoh sebagai ladang dalam memakmurkan dirinya, dan si bodoh pun mau2 saja mengikuti mereka. Na'udzubillaah...

Bahwa seyogyanya masing2 dari mereka mengetahui bahwasanya musibah (kerugian) bisa menghampiri mereka. 'Alim akan rugi jikalau ia tidak mau mengamalkan apa2 yang telah diketahuinya. Ia sudah ngerti tata cara sholat, syarat & rukunnya, puasa, birrul walidain, tetapi ia sama sekali tidak mau mengamalkan ilmunya itu. Demikian pula pada si jahil, bahwa kerugian ada pada dirinya selama ia tidak mau menuntut - mencari ilmu semasa hidupnya.

Amal perbuatan - ibadah yang dikerjakan dengan tanpa didasari ilmu, maka amalnya tertolak, batal, tidak sah. Di sinilah keutamaan seorang tholibul 'ilmi hingga ia dengan ikhlas mengamalkan ilmu2nya. Karena sesungguhnya ilmu itu tidak ada kecuali untuk diamalkan. Tidak tahukah kita bahwa orang2 yang takut murka Alloh saw hanya orang2 yang berilmu? Lalu ilmu yang bagaimanakah itu? Adalah ilmu2 yang mampu mendekatkan kita padaNya, ilmu2 yang menghindarkan kita dari perbuatan keji, jahat, rusak.

وفوق كل ذى علم عليم

amrozi cs

Dengan tereksekusinya terpidana mati bom Bali 1, muslimin Indonesia geger dengan istilah syahid atas kematian mereka. Sebagian muslimin menganggap mereka adalah pejuang Islam, melawan Amerika, zionis, orang2 kafir, dan berbagai alasan lain. Dan sebagian muslimin menganggap mereka hanya manusia biasa yang banyak salah dan dosa.

Memang, tidak ada yang melarang penggunaan lafadh Islam dalam hal apa pun. Karena Islam adalah milik semua pemeluknya. Setiap dari mereka berhak untuk mengatakan argumen, alasan, pendapat, alibi, dengan menggunakan lafadh Islam.

Lepas dari apakah kematian mereka syahid atau bukan, saya hanya bisa berdoa 'semoga taubat mereka diampuni Tuhan kita, sang Penguasa alam semesta.' Mengapa? Karena sebagian korban dari bom Bali adalah saudara2 kita, saudara muslim, saudara seagama dengan kita. Meski kematian saudara muslim kita itu tidak dikehendaki oleh mereka yang telah tereksekusi.

Dari dahulu Islam adalah agama yang cinta damai, dilarang mengubur hidup anak2, dilarang membunuh umat manusia. Islam bukan Adolf Hitler, Islam bukan Mussolini, Islam adalah Muhammad saw. Maka, masihkah kita mengaku umatnya?

قل هل ننبئكم بالاخسرين اعمالا * الذين ضل سعيهم فى الحيوة الدنيا وهم يحسبون انهم يحسنون صنعا