Akhir-akhir ini saya melihat banyak teman2 dan saudara2 sesama muslim gemar memelihara (memanjangkan) jenggotnya. Di benak saya muncul sebuah pertanyaan, "Apakah mereka memanjangkan jenggot2nya dengan maksud ingin menakut-nakuti anak kecil? Memanjangkan jenggot supaya dibilang banyak orang 'keturun Arab', pernah tinggal di Arab, atau mungkin mereka memanjangkan jenggot2nya supaya tidur lebih lelap, nyenyak dengan jenggotnya?"
Pertanyaan saya sirna setelah mendengar bahwa alasan mereka memanjangkan jenggot2nya adalah sebuah sunnah Nabi, sebuah keutamaan yang mendapat pahala/balasan kebaikan karena mencontoh tindakan Nabi. Hemm...
Kemudian muncul sebuah pertanyaan baru di kepala saya. Kalau mereka menjalankan sunnah Nabi, lalu bagaimana dengan membaca Al
quran dengan tidak mengindahkan kaidah Tajwidnya, tidak fashih, makhoorijul huruuf yang dikeluarkan seenaknya, sak udele dhewe, tanpa memperhatikan kaidah 'lmu Tajwid?
Pilihan berada di tangan Anda, wahai Saudaraku. Tetap memanjangkan jenggot (sunnah) atau membaca Al
quran dengan ber-Tajwid (wajib)?
Di masa sekarang banyak muslim yang lebih menyukai menampakkan Islam dari 'luarnya' (jenggot panjang, memakai sorban, jubah) padahal 'dalamnya' hanya sedikit yang mereka ketahui. Lebih banyak mengutamakan sunnah daripada sebuah kewajiban.
Bagaimana dengan Anda...?