Kamis, 20 November 2008

'alim dan jahil

Siapa bilang menjadi seorang yang 'alim enak, hidup mewah, bahkan dengan sangat yakin masuk sorga? Siapa pula yang bilang orang bodoh akan hidup sengsara dan akan ditempatkan di neraka? Melihat kenyataan bahwa di zaman sekarang ini mereka yang mengaku 'alim justru menempatkan si bodoh sebagai ladang dalam memakmurkan dirinya, dan si bodoh pun mau2 saja mengikuti mereka. Na'udzubillaah...

Bahwa seyogyanya masing2 dari mereka mengetahui bahwasanya musibah (kerugian) bisa menghampiri mereka. 'Alim akan rugi jikalau ia tidak mau mengamalkan apa2 yang telah diketahuinya. Ia sudah ngerti tata cara sholat, syarat & rukunnya, puasa, birrul walidain, tetapi ia sama sekali tidak mau mengamalkan ilmunya itu. Demikian pula pada si jahil, bahwa kerugian ada pada dirinya selama ia tidak mau menuntut - mencari ilmu semasa hidupnya.

Amal perbuatan - ibadah yang dikerjakan dengan tanpa didasari ilmu, maka amalnya tertolak, batal, tidak sah. Di sinilah keutamaan seorang tholibul 'ilmi hingga ia dengan ikhlas mengamalkan ilmu2nya. Karena sesungguhnya ilmu itu tidak ada kecuali untuk diamalkan. Tidak tahukah kita bahwa orang2 yang takut murka Alloh saw hanya orang2 yang berilmu? Lalu ilmu yang bagaimanakah itu? Adalah ilmu2 yang mampu mendekatkan kita padaNya, ilmu2 yang menghindarkan kita dari perbuatan keji, jahat, rusak.

وفوق كل ذى علم عليم

Tidak ada komentar: