Setiap yang bernyawa pasti pernah menangis dan tertawa. Tetapi menangis karena apa dan tertawa karena apa pula? Menangis karena tidak menjadi petinggi, bupati, gubernur, atau presiden karena kalah dalam pemilihan umum? Atau menangis karena mengetahui bahwa belom cukup amal ibadah yang dikerjakan? Tertawa karena merasa paling pintar, menang dalam debat, diskusi, atau tertawa karena bisa menghakimi sesama dengan kehendak nafsu?
Ketahuilah, wahai Saudaraku, bahwa menangis tidak selalu menunjukkan bahwa ia adalah kelemahan. Tidak selalu menunjukkan bahwa ia adalah kecengengan. Dan tertawa tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Lihat, betapa banyak di jalan orang2 yang tertawa sendirian alias gila?
فليضحكوا قليلا وليبكوا كثيرا
Tidak ada komentar:
Posting Komentar